Perhiasan Dunia, Wanita Shalehah

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada Umar ibnul Khaththab radhiallahu ‘anhu:

أَلاَ أُخْبِرَكَ بِخَيْرِ مَا يَكْنِزُ الْمَرْءُ، اَلْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ، إِذَا نَظَرَ إِلَيْهَا سَرَّتْهَ وَإِذَا أَمَرَهَا أَطَاعَتْهَ وَإِذَا غَابَ عَنْهَا حَفِظَتْهَ

“Maukah aku beritakan kepadamu tentang sebaik-baik perbendaharaan seorang lelaki, yaitu istri shalihah yang bila dipandang akan menyenangkannya, bila diperintah akan mentaatinya, dan bila ia pergi si istri ini akan menjaga dirinya.” [HR. Abu Dawud no. 1417. Asy-Syaikh Muqbil rahimahullah berkata dalam Al-Jami’ush Shahih 3/57: “Hadits ini shahih di atas syarat Muslim]

Berkata Al-Qadhi ‘Iyyadh rahimahullah: “Tatkala Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menerangkan kepada para sahabatnya bahwa tidak berdosa mereka mengumpulkan harta selama mereka menunaikan zakatnya, beliau memandang perlunya memberi kabar gembira kepada mereka dengan menganjurkan mereka kepada apa yang lebih baik dan lebih kekal yaitu istri yang shalihah yang cantik (lahir batinnya) karena ia akan selalu bersamamu menemanimu. Bila engkau pandang menyenangkanmu, ia tunaikan kebutuhanmu bila engkau membutuhkannya. Engkau dapat bermusyawarah dengannya dalam perkara yang dapat membantumu dan ia akan menjaga rahasiamu. Engkau dapat meminta bantuannya dalam keperluan-keperluanmu, ia mentaati perintahmu dan bila engkau meninggalkannya ia akan menjaga hartamu dan memelihara/mengasuh anak-anakmu.” [Aunul Ma‘bud, 5/57]



serbaserbisiraya:

cococoda:

starryeyedmariam:

Makkah al-Mukarramah

As the birthplace of Muhammad s.a.w.s and a site of the revelation of the Quran,  Makkah is regarded as the holiest city in Islam and a pilgrimage to it known as the  Hajj is obligatory for all able Muslims.

Makkah was long ruled by Muhammad’s descendants, the sharifs, either as independent rulers or as vassals to larger empires. It was absorbed into Saudi Arabia in 1925. Makkah has seen tremendous expansion in size and infrastructure, t oday, more than 15 million Muslims visit Makkah annually, non-Muslims are prohibited from entering the city.

The ancient or early name for the site of Makkah is Bakkah (also transliterated Baca, Baka, Bakah, Bakka, Becca, Bekka, etc.). It is said to be more specifically the early name for the valley located therein, while Muslim scholars generally use it to refer to the sacred area of the city that immediately surrounds and includes the Kaaba.

The original Hebrew language phrase for the Valley of Baca is emeq ha-Baka.  It can also be translated as “Valley of the Balsam Tree” or “Valley of the Weeper”.Bakkah is where Hagar and Ishmael  settled after being taken by Abraham to the wilderness, a story related in the Bible’s Book of Genesis(21:14-21).

 Genesis tells of how after Hagar and Ishmael ran out of water to drink. In Arab tradition, Hagar runs back and forth between two elevated points seven times to search for help before sitting down in despair, at which point the angel speaks as recorded in Genesis 21:17-19:

God heard the cry of the boy, and an angel of God called to Hagar from heaven and said to her, ‘What troubles you, Hagar? Fear not, for God has heeded the cry of the boy where he is. Come, lift up the boy and hold him by the hand, for I will make a great nation of him.’ Then God opened her eyes and she saw a well of water. She went and filled the skin with water and let the boy drink. [5]

Here, the tradition holds that a spring gushed forth from the spot where Hagar had laid Ishmael, and this spring came to be known as the Well of Zamzam. 

It is also believed that Hagar and Ishamel settled in Bakkah, and the Quran relates that Abraham came to Mecca to help his son Ishmael build the Kaaba adjacent to the well of Zamzam.

The Valley of Baca is mentioned in Psalm 84 of the Bible in the following passage:

How lovely is Your dwelling-place, O Lord of Hosts. I long, I yearn for the courts of the Lord; my body and soul shout for joy to the living God … Happy are those who dwell in Your house; they forever praise You. Happy is the man who finds refuge in You, whose mind is on the [pilgrim] highways. They pass through the Valley of Baca, regarding it as a place of springs, as if the early rain had covered it with blessing … Better one day in Your courts than a thousand [anywhere else]; I would rather stand at the threshold of God’s house than dwell in the tents of the wicked.

Credits

Image owners in order, Makkah Hilton Hotel, Raeid Allehyani, Photographer unknown found via google, Hamza Gazzaz, Wejdan Al Dossary, photographer unknown found via google. Text: wikipedia

Ya Allah, ku mohon sampaikan aku disini lagi bersama keluarga dan si dia yg tcinta. Aminnn :’)

selalu, kesini yg pertama dan terus. aamiin :)



Orang-orang yang menyimpan perasaannya, menjaga kehormatan hatinya, dan menjadikan perasaan tersebut sebagai energi memperbaiki diri, maka cinta menjelma menjadi banyak kebaikan

Tere Liye (via yosayaulia

ada kata energi dan kebaikan, nikmat banget..

(via serbaserbisiraya)



zrnshabrina:

chibird:

Everyone falls down, you just need the strength to keep getting back up. ^^

:)

zrnshabrina:

chibird:

Everyone falls down, you just need the strength to keep getting back up. ^^

:)



islamographic:

Jannah vs Dunya

islamographic:

Jannah vs Dunya

(Source: ibrahimafg)



someday :’)<3

someday :’)
<3

(Source: arab3sk)





(Source: breema)





Pernahkah merasakan cinta bertepuk sebelah tangan?

 

Ya, mungkin hampir dari kita pernah merasakannya, walaupun mungkin ada yg tidak pernah merasakannya, tetapi paling tidak agak tahu bagaimana rasanya cinta yang tak berbalas itu. 

Mungkin perasaan campur aduk antara sedih, sakit, perih, hancur atau perasaan2 serupa lainnya akan dirasakan saat mengalami cinta bertepuk sebelah tangan itu.

Bagi orang yg sadar sesadar-sadarnya, pastilah sangat manusiawi jika kita gak mau merasakan cinta bertepuk sebelah tangan bukan?

Nah, 

Cukuplah kita sebagai manusia yg berbudi tak cukup baik, penuh dosa dan amal2 yg tak ikhlas ini yg merasakan perih atau pilunya cinta tak berbalas.

Jangan biarkan kekasih Allah, Rasulullah SAW merasa bertepuk sebelah tangan akan cinta beliau kepada ummat2nya, kepada kita :’(

Sudahlah pasti kita ketahui bahwa di diujung waktu ruh berpisah dari raga Rasulullah, bukan nama keluarga dan atau para sahabat yang beliau ingat dan sebut,

namun “Ummati, ummati…. (Umatku, umatku…)”

Tidakkah menyadarkan bahwa begitu besarnya cinta beliau kepada ummatnya, kepada kita, kaum muslim??

Maka, refleksi kepada diri ini,

apakah selama ini mengakui mencintai Rasullah hanya sebatas dalam ungkapan kata terlontar di bibir saja? 

Sedangkan cinta tak membutuhkan banyak kata2 tanpa realisasi nyata.

Lantas, jikalau kata cinta telah terpatri dalam hati,

selanjutnya seberapa menyeluruhkah kita menjalankan dan mengamalakan sunnah2 Rasulullah?


#pikiran yang mengganjal setelah mengikuti kajian mengenai cinta, kemudian langsung tertohok, seberapa kaffah (menyeluruh) diri ini menjalankan dan mengamalkan sunnah Rasul
#istighfar

Alhamdulillah Allah SWT selalu mengingatkan dan masih membimbing diri yg penuh dosa ini :’(



allthingseurope:

Warsaw, Poland (by Prinz Wilbert)

allthingseurope:

Warsaw, Poland (by Prinz Wilbert)



hijabiz:

Door to the Mercy of Allah

&lt;3

hijabiz:

Door to the Mercy of Allah

<3



(Source: thejubahlady)





Bila melihat sosok yang kamu kagumi, yang kamu senangi, yang kamu banyak belajar darinya, doakanlah diam-diam kebaikan untuknya.
Achmad Lutfi (via achmadlutfi)